ANALISIS BIAYA PEKERJAAN ULANG KONSTRUKSI BERDASARKAN DATA EVALUASI DESAIN DENGAN SISTEM BUILDING INFORMATION MODELING
DOI:
https://doi.org/10.52453/t.v13i2.411Keywords:
BIM, Revit, Clash Detection, Pekerjaan UlangAbstract
Perkembangan teknologi konstruksi mendorong perencana dan pelaksana jasa konstruksi untuk selalu meningkatkan mutu dan efektivitas pekerjaan konstruksi. Saat ini mulai dikenal istilah BIM (Building Information Modeling) yang membantu proses perencanaan sampai konstruksi. BIM dapat memproduksi dan mengelola semua informasi bangunan yang diaplikasikan pada siklus hidup proyek. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja dan keluaran dari BIM pada proses konstruksi dengan studi kasus proyek Gedung Kampus Politeknik Astra. Metode yang digunakan adalah observasi dan analisis. Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data terkait penelitian sedangkan analisis dilakukan untuk menghitung volume pekerjaan ulang dan biaya pekerjaan ulang serta penghematan biaya proyek. Analisis menggunakan software Autodesk Revit. Revit merupakan salah satu software berbasis BIM yang memiliki fitur pengecekan clash detection elemen bangunan. Penelitian menunjukan terdapat resiko pekerjaan ulang yang dapat terjadi pada pekerjaan beton bertulang sebesar 50,843 m3, pekerjaan jendela sebanyak 48 buah dan pekerjaan dinding seluas 112,22 m2 serta pekerjaan plafond sebesar 52,38 m2. Terdapat penghematan biaya konstruksi dengan persentase 0,91% dari biaya total proyek dikarenakan resiko pekerjaan ulang dapat diketahui lebih awal, sehingga pekerjaan – pekerjaan tersebut tidak terimplementasi di lapangan. Hasil studi menunjukan penerapan BIM berupa keluaran clash detection report berdampak baik kepada volume dan biaya pekerjaan proyek. Analisis clash detection pada bangunan infrastruktur diharapkan dapat dilakukan pada penelitian kedepannya untuk mengetahui optimalisasi penggunanaan BIM.
References
Berlian, Cinthia Ayu ; Adhi, Randy Putranto ; Nugroho, H. (2016). Perbandingan Efisiensi Waktu,Biaya dan Sumber Daya Manusia Antaraa Metode BIM dan Konvensional (Studi kasus :Perencanaan Gedung 20 Lantai). Jurnal Karya Teknik Sipil, 5(2), 220–229.
[2] Bhagwat, P., & Shinde, R. (2016). Clash Detection -A New Tool in Project Management. 4(4), 193–197.
[3] Lie, N., Teknik, F., & Utara, U. S. (2016). Estimasi Kuantitas Konstruksi Dengan Metoda Building Information Modeling ( Bim ) Pada Estimasi Kuantitas Konstruksi Dengan Metoda Building Information Modeling ( Bim ).