OPTIMALISASI MESIN PENGOLAH STYROFOAM MENJADI BENANG DENGAN MEDIA TANAMAN LIDAH MERTUA DALAM STUDI KASUS DI TANGERANG SELATAN MENGGUNAKAN METODE PFMEA (MESIN SANZFIBER)
DOI:
https://doi.org/10.52453/technologic.v16i2.506Keywords:
FMEA, Sanzfiber, StyrofoamAbstract
Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan mesin pengolah Styrofoam menjadi benang menggunakan media tanaman lidah mertua (Sansevieria) sebagai solusi inovatif untuk mengatasi masalah limbah styrofoam yang mencemari lingkungan, khususnya di Tangerang Selatan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis Process Failure Mode and Effects Analysis (PFMEA) pada Mesin SanzFiber. Hasil analisis PFMEA mengidentifikasi tiga mode kegagalan utama dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi didapat dari perkalian antara nilai saverity, occurrence, dan detection. Nilai RPN tertinggi yaitu proses pencacahan ekstrak daun lidah mertua (RPN 252), pembentukan serat menjadi benang (RPN 200), dan pengadukan hasil ekstrak daun lidah mertua dengan larutan styrofoam (RPN 108). Optimalisasi dilakukan melalui serangkaian tindakan perbaikan: pengaturan ulang router mesin pencacah untuk serat yang lebih utuh, pelaksanaan pemintalan benang dua kali untuk hasil yang lebih kuat dan elastis, serta standarisasi kuantitas bahan pada tahap pengadukan untuk memastikan keseimbangan komposisi. Mesin SanzFiber yang telah dioptimalkan terdiri dari tiga unit utama (penggilingan / pencampuran styrofoam dan oil, pencacahan daun lidah mertua, serta pembentukan dan pemintalan benang), yang secara keseluruhan meningkatkan kinerja dan meminimalkan risiko kegagalan, sehingga proses produksi menjadi lebih efisien, ramah lingkungan, dan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
References
Achmad. (2018). Peningkatan penggunaan barang berbahan polystyrene dan dampaknya pada lingkungan. Journal of Environmental Studies, 12(4), 45-52.
Octavia, S. (2020). Introduction to FMEA methodology in modern manufacturing. Industrial Engineering Journal, 18(2), 98-110.
Reza Supriyadi, A., & Ramayanti, L. (2021). Evaluation of potential failures in production processes using FMEA. Indonesian Journal of Engineering and Technology, 9(1), 34-45.
Stamatis, D. H. (2020). Failure mode and effect analysis: FMEA from theory to execution (3rd ed.). Boca Raton, FL: CRC Press.
Eisner, P. (2022). Process Failure Mode and Effects Analysis (PFMEA): A comprehensive guide. New York, NY: Wiley.
Jannah, R., Supriyadi, R., & Nalhadi, D. (2021). Risk assessment using RPN for improving manufacturing processes. International Journal of Quality Management, 15(3), 120-135.
Smith, J. A., & Johnson, L. B. (2020). Environmental impacts of polystyrene recycling. Green Chemistry Reviews, 25(1), 56-72.
Sukardi, T., & Widjaja, H. (2019). Innovative uses of natural fibers in industrial applications. Asian Journal of Natural Resources, 14(3), 210225
Tanaka, Y. (2018). Utilization of Styrofoam waste in sustainable production. Journal of Material Science and Engineering, 32(7), 435
Thomas, R. D., & Larson, M. K. (2021). A systematic review of PFMEA in manufacturing industries. Journal of Industrial Processes, 16(5), 89-102.
Wibowo, A., & Prasetyo, K. (2020). Methods for improving machine performance in manufacturing using FMEA. Indonesian Journal of Mechanical Engineering, 22(2), 7885.
Prasetyani, L., Cahya, K., Iqbal, M., Zalfa, N., & Mulyanto, P. (2024). Perancangan sistem otomasi mesin pembuat wadah makan ramah lingkungan dari pelepah pinang berbasis PLC. Technologic, 15(2), 15–22. Politeknik Astra.
Priyambada, A., Finali, A., DY, I. S. P., Umar, M. L., & Utomo, R. E. P. (2024). Analisa Penyebab Kerusakan Pada Belt Conveyor di PT XYZ Menggunakan Metode FTA dan FMEA. Journal of Scientech Research and Development, 6(1), 1015-1025.
Aprianto, T., Setiawan, I., & Purba, H. H. (2021). Implementasi metode Failure Mode and Effect Analysis pada Industri di Asia – KajianLiterature. Matrik: Jurnal Manajemen Dan Teknik Industri Produksi, 21(2), 165–174.
Kar, A., & Rai, R. N. (2025). A modified fuzzy PFMEA model for risk-centric Six Sigma assessment under the paradigm of Quality 4.0. International Journal Sigma, 16(1), 197-230.





