RANCANG BANGUN SISTEM MANAJEMEN GUDANG DENGAN METODE QUALITY CONTROL CIRCLE (QCC) UNTUK MENDUKUNG IMPLEMENTASI TEACHING FACTORY DI PENDIDIKAN VOKASI: STUDI KASUS POLITEKNIK ABC
DOI:
https://doi.org/10.52453/technologic.v16i2.491Keywords:
Sistem Manajemen Gudang, Quality Control Circle, Teaching FactoryAbstract
Politeknik ABC sebagai institusi pendidikan vokasi tidak hanya menyelenggarakan kegiatan perkuliahan, tetapi juga melaksanakan proses produksi secara massal. Gudang berperan penting dalam mendukung kegiatan tersebut, namun permasalahan penumpukan dan duplikasi barang terjadi akibat tidak adanya standardisasi dan pencatatan manual. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki sistem pengelolaan gudang melalui penerapan metode Quality Control Circle (QCC) yang meliputi delapan langkah sistematis dan tujuh alat analisis mutu. Hasil penerapan QCC menunjukkan bahwa akar permasalahan berasal dari ketidakterpaduan data dan ketiadaan standar barang. Solusi yang dihasilkan berupa sistem manajemen gudang berbasis digital yang memungkinkan inventarisasi terstandar serta pencatatan riwayat barang secara otomatis. Implementasi sistem ini mendukung pendekatan Teaching Factory dengan melibatkan mahasiswa secara langsung dalam pengelolaan gudang, sehingga meningkatkan kompetensi praktis dan pemahaman industri. Penerapan perbaikan ini menurunkan biaya operasional hingga Rp330.227.090,00 dan menghapus duplikasi barang sepenuhnya. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan sistem manajemen gudang terintegrasi yang mendukung pembelajaran vokasi berbasis industri.
References
A. Kuswantoro, Teaching factory: Rencana dan nilai entrepreneurship. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2014.
K. K. Vijayan, O. J. Mork, and L. A. L. Giske, “Integration of a Case Study into Learning Factory for Future Research,” Procedia Manuf., vol. 31, pp. 258–263, 2019, doi: 10.1016/j.promfg.2019.03.041.
E. Diwangkoro and S. Soenarto, “Development of teaching factory learning models in vocational schools,” J. Phys. Conf. Ser., vol. 1456, no. 1, pp. 1–5, 2020, doi: 10.1088/1742-6596/1456/1/012046.
A. L. Andersen, T. D. Brunoe, and K. Nielsen, “Engineering education in changeable and reconfigurable manufacturing: Using problem-based learning in a learning factory environment,” Procedia CIRP, vol. 81, no. March, pp. 7–12, 2019, doi: 10.1016/j.procir.2019.03.002.
L. Louw and Q. Deacon, “Teaching Industrie 4.0 technologies in a learning factory through problem-based learning: Case study of a semi-automated robotic cell design,” Procedia Manuf., vol. 45, pp. 265–270, 2020, doi: 10.1016/j.promfg.2020.04.105.
G. Chryssolouris, D. Mavrikios, and L. Rentzos, “The Teaching Factory: A Manufacturing Education Paradigm,” Procedia CIRP, vol. 57, pp. 44–48, 2016, doi: 10.1016/j.procir.2016.11.009.
T. W. S. Panjaitan, D. A. Y. A., and M. Yessicha, “Minimalisasi Kekurangan Material melalui Implementasi Quality Control Circle,” J. Tek. Ind., vol. 13, no. 2, pp. 101–106, 2011, doi: 10.9744/jti.13.2.101-106.
M. Fikri Baisalim and D. Soediantono, “Literature Review of Quality Control Circle (QCC) and Implementation Recommendation to the Defense Industries,” J. Ind. Eng. Manag. Res., vol. 3, no. 2, pp. 61–72, 2022, [Online]. Available: http://www.jiemar.org
M. Fadly and D. Yulhendra, “Optimalisasi Peralatan Tambang Komatsu HD 785 dan Caterpillar 6030 BH Menggunakan Metode Quality Control Circle Untuk Memenuhi Target Produksi Batu Gamping Pada PT. Semen Padang (Persero) Tbk,” J. Bina Tambang, vol. 4, no. 3, pp. 340–351, 2019.
S. Bastuti, “Analisis Kegagalan Pada Seksi Marking Untuk Menurunkan Klaim Internal Dengan Mengaplikasikan Metode PDCA,” SINTEK J. J. Ilm. Tek. Mesin, vol. 11, no. 2, pp. 113–122, 2017, [Online]. Available: https://jurnal.umj.ac.id/index. php/sintek/article/view/2103
S. Sunadi, H. H. Purba, and S. Hasibuan, “Implementation of statistical process control through PDCA cycle to improve potential capability index of drop impact resistance: A case study at aluminum beverage and beer cans manufacturing industry in indonesia,” Qual. Innov. Prosper., vol. 24, no. 1, pp. 104–127, 2020, doi: 10.12776/QIP.V24I1.1401.
D. Asiyah, W. Amilia, A. E. Wiyono, I. B. Suryaningrat, and Y. Wibowo, “Efisiensi Biaya dengan Sistem PDCA Menggunakan Metode Quality control circle (QCC) di PT. XYZ Kabupaten Sidoarjo,” J. Rekayasa Dan Manaj. Agroindustri, vol. 10, no. 4, pp. 531–542, 2022, doi: 10.24843/jrma.2022.v10.i04.p14.
A. Rokhmah, “Implementasi Quality Control Circle (QCC) Untuk Meningkatkan Produktivitas Recoiling Line,” J. Ilm. Tek. Ind., vol. 11, no. 2, pp. 163–175, 2023, doi: 10.24912/jitiuntar.v11i2.20999.
O. Andre Wahyu Riyanto, “Implementasi Metode Quality Control Circle Untuk Menurunkan Tingkat Cacat Pada Produk Alloy Wheel,” J. Eng. Manag. Industial Syst., vol. 3, no. 2, pp. 104–110, 2015, doi: 10.21776/ub.jemis.2015.003.02.7.
I. G. A. Arika Putri and I. N. Nurcaya, “PENERAPAN WAREHOUSE MANAGEMENT SYSTEM PADA PT UNIPLASTINDO INTERBUANA BALI,” E-Jurnal Manaj., vol. 8, no. 12, pp. 7216–7238, 2019.
R. Y. Akbar and M. Hisjam, “Decision Making Analysis of Auto-Id System Using Analytical Hierarchy Process (AHP) At PT. Akg,” J. Ind. Eng. Manag., vol. 6, no. 2, pp. 17–24, 2021, doi: 10.33536/jiem.v6i2.929.
I. Kusuma Dewi and R. Nur Shofa, “Development of Warehouse Management System to Manage Warehouse Operations,” Int. J. Appl. Inf. Syst. Informatics, vol. 1, no. 1, pp. 15–23, 2023, doi: 10.37058/jaisi.v1i1.8991.
Indian Institute of Materials Management, Logistics and warehousing management. Navi Mumbai, 2020.
Firmansyah M, A. Lomi, and D. Gustopo, “Meningkatkan Mutu Kain Tenun Ikat Tradisional Di Desa/Kelurahan Roworena Secara Berkesinambungan Di Kabupaten Ende Dengan Pendekatan Metode TQM,” J. Teknol. Dan Manaj. Ind., vol. 3, no. 1, pp. 5–13, 2017, doi: 10.36040/jtmi.v3i1.171.
M. E. Beatrix and N. E. Triana, “Improvement Bonding Quality of Shoe Using Quality Control Circle,” Sinergi, vol. 23, no. 2, pp. 123–131, 2019, doi: 10.22441/sinergi.2019.2.005





